Sejarah Aemtobe

Sejarah Aemtobe®

Aemtobe® adalah brand fashion pria yang mengangkat kearifan lokal Indonesia berupa kain tenun nusantara yang diprakarsai oleh Anas Maghfur sejak 2012. Aemtobe® adalah sebuah kata yang menggambarkan seorang Anas Maghfur yang didalamnya memuat : nama lengkap, bulan lahir, tahun lahir, Zodiak, Shio, hingga kota kelahirannya.

Produk Aemtobe® menggunakan Material berupa kain tenun dari pelosok nusantara diantaranya kain tenun ATBM ( alat tenun bukan mesin ) maupun Gedogan ( Walida ), hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap kain nusantara yang terkesan kuno dan monoton dengan mengaplikasikannya sebagai busana formal maupun casual yang sesuai dengan trend fashion dalam gaya etnik modern.

Sarung Samarinda adalah kain tenun yang dikembangkan oleh aemtobe® sejak awal berdiri hingga saat ini, alasannya adalah karena kain tenun Sarung Samarinda adalah warisan budaya yang sangat bernilai yang dibawa pendatang suku bugis wajo Sulawesi Selatan sejak 1668 M, tradisi menenun masih tetap terjaga hingga kini. Motif-motif tenun Sarung Samarinda yang menjadi ciri khas kota Samarinda adalah motif Balo Hatta atau Belang Hatta yang sejarah nya di latar belakangi atas kunjungan sang proklamator yaitu bapak Mohammad Hatta ke kota Samarinda, dan nama beliau diabadikan alam salah satu motif tenun, selain itu masih banyak motif-motif tenun lain seperti : balo negara, sari pengantin, cokka manippih, tabba golo, bila takajjo, pucuk rebung, dll.

Profil Designer

Anas Maghfur sebagai pemilik Aemtobe ingin mengubah pandangan masyarakat tentang kain Nusantara yang dinilai kuno dan monoton, untuk dibuat menjadi lebih modern dan fashionable. Kehidupan Anas Maghfur di Samarinda dimulai pada tahun 2005 yang dimana ia menyelesaikan studi Diploma III. Anas merantau dari Surabaya ke Samarinda. Awalnya, dia memulai dengan bekerja mendesain busana butik orang lain. Kemudian Anas memulai usaha brand Aemtobe pada 2012 dengan modal awal Rp 3,5 juta, Anas memulai dari membuka usaha menjahit pakaian. Seiring berjalannya waktu, brand Aemtobe mendesain busana sendiri.

Selain itu, Aemtobe juga merupakan sebuah doa berasal dari kata I’am To Be, kata ini bermakna “Saya Ingin Menjadi” yang memiliki visi dan misi untuk memajukan potensi lokal dan memperkenalkan kain tenun Nusantara kepada pasar global, baik nasional maupun internasional dalam bentuk pakaian yang lebih modern trendy dan elegan.

 

Visi

Aemtobe® menjadi brand fashion pria yang berbasis kearifan lokal dan ramah lingkungan.

Misi

  1. Mengangkat kearifan lokal Indonesia berupa kain tenun nusantara menjadi produk fashion pria yang berkualitas.
  2. Mengembangkan eco-fashion / sustainability fashion yang ramah terhadap lingkungan tanpa merusak lingkungan.
  3. Merubah pandangan masyarakat bahwa kain tenun nusantara yang terkesan kuno dan monoton menjadi busana yang modern, trendy dan elegan
  4. Mendukung gerakan #KampanyeBudaya sebagai gerakan sadar budaya dengan mengenali, mencintai dan melestarikan Indonesia sebagai identitas bangsa serta menumbuhkan kecintaan terhadap produk-produk lokal Indonesia dan upaya mengurangi konsumsi produk impor.