Mebudamabu at Jakarta Fashion Trend 2020

Mebudamabu at Jakarta Fashion Trend 2020

Dunia mode semakin eksis perkembangannya. Membahas mengenai fesyen pun tak ada habisnya. Banyaknya industri fesyen pun menjadi bukti bahwa mode semakin banyak diminati. Fesyen yang berkembang tak hanya untuk kalangan wanita, melainkan juga untuk kalangan pria. Meskipun pria model busananya itu-itu saja, tetapi pria tetap memiliki tren busananya untuk menunjang penampilan mereka agar semakin karismatik.

Desainer terkenal, Anas Maghfur, pada ajang Jakarta Fashion Trend 2020 menampilkan koleksi terbarunya yang berbahan tenun ATBM. Tenun tersebut pun sangat identik dengan sarung Samarinda.

Bertemakan MEBUDAMABU, busana koleksi Anas menggunakan motif Kibung Mebu-Mabu dengan makna Kain Putih Abu-Abu yang berasal dari bahasa Dayak.

MEBUDAMABU adalah koleksi kemeja pria dengan cutting asimetris dan loose sehingga bisa dikenakan oleh para pria yang ingin bebas, namun selalu terlihat clean dan tetap terlihat etnik.

Sumber : https://indonesiancraft.co.id/craft-fashion/mebudamabu-kemeja-pria-karismatik-karya-anas-maghfur/

Motif Kibung Mebu-Mabu

Motif Kibung Mebu-Mabu

Motif Kibung Mebu-Mabu merupakan akulturasi budaya melalui lembaran kain tradisional suku Bugis di Samarinda terhadap suku-suku asli Kalimantan, motif ini diambil dari kata Kibung yang bermakna “ kain “, Mebuda bermakna “ Putih “ dan Mabuh yg bermakna “ abu-abu “.

Kibung mebu-mabu telah menjadi salah satu motif yang mewarnai perkembangan pertenunan di Samarinda Kalimantan Timur, di launching di kota Palu Sulawesi Tengah pada tanggal 10 Desember 2016 pada event Palu Fashion Figure 2016 dan sejak 15 Juli 2019, motif ini telah mendapatkan hak cipta dari Ditjend HKI Kementerian Hukum dan HAM RI,

Motif Tabba Male BI

Motif Tabba Male BI

Motif ini merupakan pengembangan dari motif Tabba Golo dan Tabba Mare-mare, kedua motif tersebut sudah jarang dibuat oleh pengrajin tenun karena teknik pengerjaan yang cukup rumit yang menggunakan benang ganda. Proses pengerjaan yang ralatif lama dan rumit tersebut menjadikan sebuah keunikan tersendiri. Namun demikian terdapat penyerdehanaan dalam desain maupun proses tabba male BI tanpa mengurangi makna, keunikan dan keanggunannya.

Motif ini lahir dari kerjasama Bank Indonesia Kaltim dengan seorang fashion designer lokal Samarinda yaitu Anas Maghfur serta beberapa pengrajin tenun “ KUB Andalan” yang merupakan mitra binaan Bank Indonesia Kaltim. Melalui diskusi, studi banding ke beberapa tempat tenun di Indonesia, akhirnya lahirlah motif tabba male BI yang bermakna “ Anggun, ramah, sopan, terhormat dan selalu memberikan yang terbaik”, yang merupakan gambaran nilai-nilai yang tumbuh pada masyarakat di Kota Samarinda. Continue reading “Motif Tabba Male BI”

kemeja motif balo sikko laa

Motif Balo Sikko Laa

Adalah motif baru Sarung Samarinda yang diciptakan oleh Anas Maghfur bersama Herlina ( Pengrajin tenun sarung samarinda ).  Nama motif ini diambil dari kata “Sikola” yang dalam bahasa bugis bermakna coklat, atau kecoklatan yang terinspirasi dari warna coklat kayu ulin, yaitu kayu yang tumbuh di hutan Kalimantan dan dikenal dengan sebutan “kayu besi”. Ciri khas motif ini adalah dominasi warna coklat dengan aksen warna biru.

Motif ini diperkenalkan ke publik pada event Trade Expo Indonesia XXIX di Jakarta pada 22 – 26 Oktober 2016

sejarah sarung tenun samarinda

Sejarah Tenun Sarung Samarinda

Kain tenun Sarung Samarinda Adalah sebuah karya kerajinan berupa tenunan tradisional yang erat kaitannya dengan sejarah berdirinya kota Samarinda sehingga memiliki kearifan lokal yang sangat kental. Kerajinan ini pada mulanya dibawa oleh pendatang dari suku Bugis Sulawesi pada tahun 1668 M dan telah berhasil memadukan etnis Bugis, Dayak dan Kutai. Sarung Samarinda dikerjakan oleh tangan-tangan terampil yang menghabiskan waktu antara 3 – 5 hari dengan menggunakan 2 cara yaitu : “ Gedokan” ( Alat Tenun Duduk ) dan ATBM ( Alat Tenun Bukan Mesin ).